HOW TO BE SUCCESS

Hendra Next Generation (WordPress.com)

Bersemayam di Atas Air Bah

Posted by HendrA pada September 30, 2008

Tuhan bersemayam di atas air bah, Tuhan bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya. Tuhan kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, Tuhan kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera! Mazmur 29:10-11

Di sini Daud mengetengahkan Tuhan sebagai seorang Raja Mahakuasa yang duduk di atas takhta-Nya. Raja itu digambarkan bersemayam di atas air bah yang sedang bergolak dan menggelora. Air bah itu melambangkan kekuatan-kekuatan dahsyat, yang seperti ombak besar mencoba menghanyutkan kita, serta mengancam kehidupan kita dan kita tidak berdaya melawannya. Air bah itu juga menggambarkan bangsa-bangsa di dunia yang sedang resah dan penuh pemberontakan karena berada di bawah kekuasaan roh jahat. Dalam penglihatannya di Pulau Patmos, Yohanes menyaksikan seorang perempuan sundal yang duduk di atas banyak air, dan kepada Yohanes dikatakan: “Semua air yang telah kau lihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.” (Wahyu 17:15). Semuanya itu juga memusuhi kita sebagai umat Tuhan.

Meskipun ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang memusuhi itu, Daud mengingatkan kita bahwa ada seorang Raja yang berkuasa atas mereka semua. Raja itu adalah Tuhan Allah. Tuhan masih menunggu sampai kita semua mengakui kedaulatan-Nya sebagai Raja dan memberikan kepada-Nya puji-pujian dan kemuliaan yang menjadi hak-Nya. Apabila kita melakukan hal ini, Ia akan melakukan dua hal bagi kita: Ia akan memberi kita kekuatan-Nya dan Ia akan memberkati kita dengan damai sejahtera-Nya.

Kekuatan yang akan membuat kita tegak berdiri di tengah-tengah semua serangan musuh itu hanya bisa kita peroleh dari Tuhan. Kekuatan kita sendiri tidak ada artinya, tetapi “orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapatkan kekuatan baru” (Yesaya 40:31). Tuhan juga memberkati umat-Nya dengan damai sejahtera di tengah-tengah segala tekanan yang menghimpit mereka itu. Damai sejahtera itu tidak ditentukan oleh keadaan lahiriah yang ada. Damai itu datang melalui pengakuan kita akan kedaulatan Tuhan yang bersemayam di atas air bah itu.

Tanggapan Iman:
Tuhan, aku akan mengalihkan pandangan dari air bah itu dan memandang Engkau yang bersemayam di atas air bah, agar aku menerima dari-Mu kekuatan dan damai sejahtera yang kuperlukan.

Derek Prince

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: