HOW TO BE SUCCESS

Hendra Next Generation (WordPress.com)

Bukan Aib Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Surga (Matius 19:12)

Posted by HendrA pada September 30, 2008

Bacaan:
1 Korintus 7:25-40
Setahun:

Amos 1-4

Sebuah cerita humor. Seorang gadis lajang berdoa begini: “Ya
Tuhan, kalau memang ia jodohku, dekatkanlah. Kalau bukan jodohku,
jodohkanlah. Kalau ia bukan jodohku, jangan sampai ia dapat jodoh
yang lain, selain aku. Amin.”

Status melajang kerap kali dianggap menyusahkan
atau bahkan dirasa sebagai aib bagi yang menyandangnya. Perasaan itu
muncul biasanya karena si lajang mendengarkan perkataan orang lain.
Padahal sebetulnya yang penting bukan statusnya, tetapi sikap dalam
menghadapinya. Jika disikapi secara positif, maka sisi-sisi
positifnya akan tampak. Bukankah orang yang melajang punya waktu
luang dan konsentrasi lebih besar untuk berkarya? Melajang juga
bukan berarti hidup sendiri, karena orang yang melajang justru punya
kesempatan lebih banyak untuk membangun relasi dengan orang lain.

Mempunyai pasangan hidup atau
menikah, tak serta merta membuat segalanya menjadi lebih baik.
Paulus malah mengingatkan akan “harga” yang harus dibayar
dalam hidup berpasangan (ayat 33-34). Intinya kalaupun berpasangan,
janganlah sampai kita terbelenggu perkara duniawi. Jangan sampai
riak-riak pernikahan malah menjadi batu sandungan bagi orang lain.

Jadi baik sendiri ataupun
berpasangan, tanggung jawab kita di hadapan Tuhan tetap sama;
berkarya memuliakan nama-Nya. Bila menikah, bijaklah membina
keluarga. Bila hidup lajang, bajiklah membawa diri. Bagi lajang yang
sangat ingin menikah, ingatlah bahwa hidup kita ada di tangan-Nya.
Jalani apa pun hidup Anda dengan rasa syukur. Percayakanlah hidup
Anda pada rencana dan kebijaksanaan-Nya. Tuhan tahu yang terbaik —DYA

melajang
maupun menikah
kita sama-sama mesti memuliakan nama-nya!



1 Korintus 7:25-40

7:25
Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah
dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat
dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah. 
7:26 Aku
berpendapat, bahwa, mengingat waktu darurat sekarang, adalah baik bagi
manusia untuk tetap dalam keadaannya. 
7:27 Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau
mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang
perempuan? Janganlah engkau mencari seorang! 
7:28 Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau
seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang
demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu
dari kesusahan itu. 
7:29 Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah
singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang
beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri; 
7:30 dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan
orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan
orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka
beli; 
7:31 pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi
seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti
yang kita kenal sekarang akan berlalu. 
7:32 Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak
beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan
berkenan kepadanya. 
7:33 Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya, 
7:34 dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang
tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada
perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan
yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana
ia dapat menyenangkan suaminya. 
7:35 Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk
menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya
kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa
gangguan. 
7:36 Tetapi jikalau seorang menyangka, bahwa ia tidak berlaku wajar
terhadap gadisnya, jika gadisnya itu telah bertambah tua dan ia
benar-benar merasa, bahwa mereka harus kawin, baiklah mereka kawin,
kalau ia menghendakinya. Hal itu bukan dosa. 
7:37 Tetapi kalau ada seorang, yang tidak dipaksa untuk berbuat
demikian, benar-benar yakin dalam hatinya dan benar-benar menguasai
kemauannya, telah mengambil keputusan untuk tidak kawin dengan
gadisnya, ia berbuat baik. 
7:38 Jadi orang yang kawin dengan gadisnya berbuat baik, dan orang yang
tidak kawin dengan gadisnya berbuat lebih baik. 
7:39 Isteri terikat selama suaminya hidup. Kalau suaminya telah
meninggal, ia bebas untuk kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya,
asal orang itu adalah seorang yang percaya. 
7:40 Tetapi menurut pendapatku, ia lebih berbahagia, kalau ia tetap
tinggal dalam keadaannya. Dan aku berpendapat, bahwa aku juga mempunyai
Roh Allah.

— Diterbitkan Oleh Yayasan Gloria
untuk kemuliaan Tuhan —

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: