HOW TO BE SUCCESS

Hendra Next Generation (WordPress.com)

5.000 Kontainer Menumpuk di Tanjung Priok

Posted by HendrA pada Oktober 2, 2008

Kamis, 02 Oktober 2008 11:19

Kapanlagi.com – Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) memperkirakan terdapat sekitar 5.000 peti kemas atau kontainer yang sudah menumpuk selama bertahun-tahun di Terminal Peti Kemas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sehingga pemerintah diminta untuk segera mengambil keputusan tentang nasib barang-barang yang sudah tidak jelas siapa pemiliknya itu.

“Kami memperkirakan ada sekitar 5.000 peti kemas di Tanjung Priok. Ada yang ada di sana sudah dua tahun, lima tahun, bahkan 10 tahun,” kata Ketua Umum GINSI Amirudin Saud di Jakarta baru-baru ini.

Amirudin menyebutkan ada peraturan yang menyebutkan jika sebuah peti kemas sudah tiba di Indonesia dan sekitar 30 hari kemudian tidak juga diambil atau diurus oleh para pemiliknya atau importirnya, maka secara otomatis kontainer itu menjadi milik pemerintah.

“Pemerintah seharusnya sudah lama mengambil keputusan, apakah kontainer-kontainer itu dilelang, dijual, karena banyak orang yang bisa memanfaatkan peti kemas-peti kemas itu, misalnya untuk pengiriman barang antarpulau,” kata Amirudin.

Ia berpendapat pula bahwa barang-barang itu oleh pemerintah juga bisa saja diputuskan untuk diberikan kepada siapa saja yang membutuhkan misalnya dimanfaatkan untuk membuat rumah-rumah darurat.

GINSI berpendapat bahwa jika ribuan kontainer itu bisa dipindahkan atau dikeluarkan dari kawasan peti kemas di Priok tersebut, maka penumpukan di sana bisa dikurangi atau dihilangkan, karena setiap harinya ribuan peti kemas masuk ke Priok dari berbagai negara. (kpl/rif)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: