HOW TO BE SUCCESS

Hendra Next Generation (WordPress.com)

Humor DwiBahasa

Posted by HendrA pada Oktober 4, 2008

Upon receiving the bill for the extraction of a tooth, Pete phoned his dentist and complained, “Why, that’s 3 times what you usually charge!” “Yes, I know,” replied the dentist, “but you yelled so loud you scared away 2 other patients!”
Ketika menerima rekening untuk pencabutan sebuah gigi, Pete menelpon dokter giginya dan mengomel, “Masakan anda meminta pembayaran sampai tiga kali lipat dari yang biasanya!” “Ya, aku tahu,” jawab si dokter gigi, “habis anda berteriak begitu nyaring sehingga anda menyebabkan dua orang pasien saya lari ketakutan.”


PATIENT: “Doctor, tell me what is my illness and what is my chance for surviving?”
DOCTOR: “You have a very rare disease with an average of 9 out of 10 patients died from this disease. But your chance is very good. Nine of the patients who were here before you all died, and you are number 10!”

Pasien: “Dok, tolong beritahukan apa penyakit saya dan bagaimana kans saya untuk hidup?”
Dokter: “Engkau mengidap penyakit yang langka sekali dengan akibat rata-rata 9 diantara 10 pasien meninggal karena penyakit ini. Tapi kans anda sangat bagus. Sembilan dari pasien saya yang mendahului anda semuanya mati, dan anda adalah pasien yang ke 10!”


A widow recently married to a widower was accosted by a friend who laughingly remarked, “I suppose, like all men who have been married before, your husband sometimes talks about his first wife?”
“Oh, not anymore, he doesn’t”, the other replied.
“What stopped him?”
“I started talking about my next husband.”

Seorang janda yang barusan saja kawin dengan seorang duda ditegur oleh kawannya yang sambil tertawa mengucapkan, “Saya rasa, seperti semua suami yang pernah kawin sebelumnya, suami anda kadang-kadang menceritakan mengenai isteri pertamanya?”
“Ah, ngak lagi, sekarang sudah nggak pernah,” jawab yang satunya.
“Apa yang menyebabkan dia berhenti?”
“Saya mulai juga bercerita mengenai suami saya yang berikutnya nanti.”


A Mafia Godfather finds out that his bookkeeper has screwed him for ten million bucks. This bookkeeper is deaf.
Seorang Godfather dari Mafia menemukan bahwa pemegang bukunya telah menggelapkan uangnya sebanyak sepuluh juta dollar. Pemegang buku itu tuli.

It was considered an occupational benefit, and why he got the job in the first place, since it was assumed that a deaf bookkeeper would not be able to hear anything he’d ever have to testify about in court.
Rupanya si godfather itu memikirkan keuntungan mempekerjakan orang tuli ini supaya, dia tidak bisa mendengar rahasia-rahasia perusahaan seandainya nanti dia harus memberikan kesaksian di pengadilan.

When the Godfather goes to shake down the bookkeeper about his missing $10 million bucks, he brings along his attorney, who knows sign language.
Ketika si godfather itu mencoba mendapatkan kembali uang yang $10 juta dari pemegang buku itu dia membawa serta seorang pengacara, atau ahli hukumnya.

The Godfather asks the bookkeeper: “Where is the 10 million bucks you embezzled from me?”.
Si Godfather bertanya kepada pemegang bukunya: “Dimana uang sepuluh juta dollar yang engkau gelapkan dari aku?”

The attorney, using sign language, asks the bookkeeper where the 10 million dollars is hidden.
Pengacara itu menggunakan bahasa isyarat menanyakan kepada si pemegang buku dimana uang sepuluh juta dollar itu dia sembunyikan.

The bookkeeper signs back: “I don’t know what you are talking about.” The attorney tells the Godfather: “He says he doesn’t know what you’re talking about.”
Pemegang buku itu membalas dengan isyarat: “Aku tidak mengerti sama sekali apa yang kau katakan.”

That’s when the Godfather pulls out a 9 mm pistol, puts it to the bookkeeper’s temple, cocks it, and says: “Ask him again!”
Pada saat itu sang godfather mencabut sebuah pistol ukuran 9 mm, menodongkannya pada pelipis si pemegang buku lalu menarik picunya sambil berkata: “Tanyakan dia sekali lagi!”

The attorney signs to the bookkeeper: “He’ll kill you for sure if you don’t tell him!”
Pengacara itu memberikan isyarat kepada si pemegang buku: “Dia pasti akan membunuhmu kalau engkau tidak menceritakan kepadanya!”

The bookkeeper signs back: “OK! You win! The money is in a brown briefcase, buried behind the shed in my cousin Enzo’s backyard in Queens!”
Si pemegang buku membalas isyarat kembali: “OK! Anda menang. Uang itu ada didalam tas surat warna coklat, ditanam di sebuah gubuk yang terletak dibelakang rumah sepupuku si Enzo di Queens!(New York).

The Godfather asks the attorney: “Well, what did he say?” “.
Sang Godfather bertanya kepada si pengacara: “Baiklah, apa dia bilang?”

The attorney replies: “He says you don’t have the balls to pull the trigger.
Si pengacara menjawab: “Dia bilang anda tidak punya nyali untuk menembak dia.”

[Ja jelas si godfather menembak si pemegang buku itu dan hanya si pengacara yang tahu dimana uang itu disembunyikan…hehehe!]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: