HOW TO BE SUCCESS

Hendra Next Generation (WordPress.com)

Archive for the ‘artikel Motivasi’ Category

HOW TO BE SUCCESS › Tools — WordPress

Posted by HendrA pada Januari 6, 2009

HOW TO BE SUCCESS › Tools — WordPress.

Iklan

Posted in Akuntansi, Artiel Motivasi, Artikel Ekonomi, artikel Motivasi, Artikel Rohani, Berita, Hendra | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Link

Posted by HendrA pada September 26, 2008

Blogger Indonesia

Posted in artikel Motivasi | Leave a Comment »

Posted by HendrA pada September 26, 2008

Hendra

Image by Cool Text: Logo and Button GeneratorCreate Your Own

Posted in artikel Motivasi | Leave a Comment »

UBAH DULU YANG DI DALAM

Posted by HendrA pada September 26, 2008

Saat renovasi rumah, si empunya rumah sudah merencanakan memasang sebuah lukisan potret keluarga di ruang tamu yang telah ditatanya dengan indah. Lukisan itu telah dipesan melalui seorang seniman pelukis wajah yang terkenal dengan harga yang tidak murah. Tetapi, saat lukisan itu tiba di rumah dan hendak dipasang, dia merasa tidak puas dengan hasil lukisan dan meminta si pelukis merevisiya sesuai dengan gambar yang dibayangkan. Apa daya, setelah diperbaiki hingga ketiga kalinya, tetap saja ada sesuatu yang tidak disukai pada lukisan tersebut sehingga setiap si pemilik rumah melintas ruang tamu, selalu timbul ketidakpuasan dan kekecewaan. Itu sangatlah mengganggu pikirannya. Menjadikan dirinya tidak senang, uring-uringan, jengkel, kecewa dan sebal dengan ruang tamunya yang indah itu. Semua gara-gara sebuah lukisan! Suatu hari, datang bertamu satu keluarga sahabat ke rumah itu. Sahabat ini termasuk pengamat seni yang disegani di lingkungannya. Saat memasuki ruang tamu—setelah bertukar sapa begitu akrab dengan tuan rumah—tiba-tiba mereka bersamaan terdiam di depan lukisan potret keluarga itu. Si tuan rumah buru-buru menyela, “Teman, tolong jangan dipelototi begitu, dong. Aku tahu, lukisan itu tidak seindah seperti yang aku mau, tetapi setelah di revisi beberapa kali jadinya seperti itu, ya udah lah, mau apalagi?” “Lho, apa yang salah dengan lukisan ini? Lukisan ini bagus sekali, sungguh aku tidak sekedar memuji. Si pelukis bisa melihat karakter objek yang dilukisnya dan menuangkan dengan baik di atas kanvas, perpaduan warna di latar belakangnya juga mampu mendukung lukisan utamanya. Betul kan, Bu?” tanyanya sambil menoleh kepada istrinya. “Iya, lukisan ini indah dan berkarakter. Jarang-jarang kami melihat karya yang cantik seperti ini. Kamu sungguh beruntung memilikinya,” si istri menambahkan dengan bersemangat. Kemudian, mereka pun asyik terlibat diskusi tentang lukisan itu. Setelah kejadian itu, setiap melintas di ruang tamu dan melihat lukisan potret keluarga itu, dia tersenyum sendiri teringat obrolan dengan sahabatnya. Kejengkelan dan kemarahannya telah lenyap tak berbekas. Pembaca yang budiman, Jika sebuah lukisan tidak bisa diubah atau banyak hal lain di luar diri kita yang tidak mampu kita ubah sesuai dengan keinginan kita atau selera kita, maka tidak perlu menyalahkan keadaan! Karena sesungguhnya, belum tentu lukisan atau keadaan luar yang bermasalah, tetapi cara pandang kitalah yang berbeda. Jika kita tidak ingin kehilangan kebahagiaan maka kita harus berusaha menerima perbedaan yang ada. Dengan mengubah cara berpikir kita yang di dalam, tentu kondisi di luar juga ikut berubah. Pada kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan, Selamat hari Natal 2007 dan Tahun Baru 2008! Mari kita pelihara semangat dan kebahagiaan kita, bukan dengan mengubah dunia sesuai dengan keinginan kita, tetapi menerima perubahan dengan cara mengubah yang ada di dalam diri kita terlebih dulu.

Posted in artikel Motivasi | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Pemimpin

Posted by HendrA pada September 26, 2008

Salah seorang pembicara dan pelatih kepemimpinan mendefinisikan kepemimpinan atau leadership
sebagai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Dengan kata lain,
tingkat kepemimpinan kita sejalan dengan kemampuan kita dalam
mempengaruhi orang lain. Padahal dalam kehidupan kita sehari-hari,
sadar atau tidak sadar kita mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang
lain. Jadi, sepanjang hidup, kita akan selalu dipimpin orang lain dan
bersamaan dengan itu juga memimpin orang lain. Di tempat pekerjaan,
kita melakukan perintah atasan sebagai pemimpin kita, sementara itu di
rumah kita memimpin isteri dan anak-anak dalam keluarga kita. Jika kita
juga aktif di dalam organisasi masyarakat sebagai pemimpin maka
otomatis kita juga memimpin orang-orang dalam organisasi tersebut untuk
mencapai visi dan misi yang sudah ditetapkan.
Kemampuan untuk
memimpin itu sendiri bisa dipelajari dan dikembangkan karena
masing-masing orang mempunyai benih atau potensi sebagai seorang
pemimpin. Jika kita secara sengaja dan teratur mengembangkan kemampuan
tersebut, maka kita akan menjadi seorang leader yang efektif, yang mampu menggerakkan orang-orang untuk mencapai tujuan bersama dengan lebih baik.
Beberapa
cara praktis untuk bisa mengembangkan kemampuan kepemimpinan tersebut
dapat dijabarkan secara sederhana ke dalam enam langkah sederhana yang
disingkat menjadi LEADER.

L – Learner
Seorang leader adalah seorang pembelajar. You stop learning means you stop leading. Jika anda berhenti belajar, anda berhenti memimpin. Seumur hidupnya seorang leader terus
membina dirinya lewat bacaan, pergaulan dan lingkungannya. Anda yang
ada saat ini akan tetap sama lima tahun dari sekarang kecuali anda
mengubah apa yang anda baca dan dengan siapa anda bergaul. Anda harus
secara sengaja membawa diri anda ke dalam lingkungan yang akan
membangun anda lewat bacaan dan pergaulan anda. Bacaan apa yang anda
baca selama ini? Dengan siapa saja anda bergaul selama ini?
You choose your own enviroment.
Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Jika anda bergaul
dengan seorang yang suka marah, anda juga akan terbiasa dengan sikapnya
dan tidak lama kemudian anda juga menjadi pemarah. Jika anda bergaul
dengan orang bijak, lambat laun prinsip-prinsip hidup orang tersebut
akan masuk ke dalam hidup anda dan menjadikan anda bijak. Jika anda
bergaul dengan pengusaha-pengusaha sukses, anda pun akan terbawa kepada
cara berpikir dan kebiasaan yang menjadikan mereka sukses.

E – Excellent
Suka atau tidak, seorang leader akan menjadi patokan, ukuran tindakan bagi pengikutnya. You are the pace setter. Anda yang menentukan ukuran, benchmark bagi
pengikut anda. Jika anda tidak menetapkan standar yang tinggi, jangan
berharap pengikut anda akan punya standar kerja yang tinggi juga. Jika
anda selalu terlambat tiba di tempat pekerjaan, anak buah anda juga
akan terlambat tiba di tempat pekerjaan. Jika anda sering berbohong
kepada customer anda, karyawan anda juga akan ikut melakukannya. Jika
anda selalu mencurigai karyawan anda, perusahaan tempat anda bekerja
akan menjadi tegang dan kering karena semua orang saling curiga
terhadap temannya. Manajemen salah satu hotel terkenal mempunyai
prinsip untuk menghargai dan memperhatikan karyawannya dengan baik.
Akibatnya, semua karyawannya juga mempunyai spirit yang sama
terhadap para pelanggan. Dengan sendirinya pelanggan hotel tersebut
menjadi betah dan senang untuk selalu menginap di hotel tersebut. Apa
yang anda buat akan ditiru dan diduplikasi oleh pengikut anda. Itu
sebabnya, sebagai leader anda harus punya excellent spirit, semangat untuk mengejar dan menghasilkan yang terbaik

A – Attitude
Attitude determines altitude.
Sikap anda di dalam kehidupan ini akan menentukan sejauh mana anda
mengalami kemajuan. Banyak hal yang terjadi di luar kendali anda,
tetapi anda yang menentukan bagaimana anda harus bersikap. Anda tidak
bisa mengendalikan hujan, tetapi anda yang menentukan sikap anda. Anda
bisa jengkel karena hujan, anda juga bisa bersukacita karena hujan.
Anda bisa menganggap setiap tantangan yang anda hadapi sebagai
penghalang, anda juga bisa menganggap tantangan tersebut menjadi
peluang untuk anda maju.
Aptitude opens the door, but attitude determines how wide and how long it will be.
Talenta atau keahlian anda akan membuka peluang baru bagi anda, tetapi
sikap andalah yang akan menentukan sejauh mana anda bisa berkembang di
tempat tersebut. Seringkali keberhasilan seseorang ditentukan oleh
sikapnya dalam menghadapi persoalan.

D – Dreamer
Salah satu hal yang membedakan leader dari para pengikutnya adalah kemampuannya untuk melihat jauh ke depan. Seorang leader adalah seorang dreamer. Leader sees the unseen and translates it to his followers.
Kemampuan untuk melihat sasaran yang jauh di depan dan belum terlihat
oleh mata jasmani dan kemudian mengubahnya menjadi langkah-langkah
praktis untuk mencapainya merupakan keahlian yang perlu terus
dikembangkan. Beberapa leader membutuhkan bantuan orang lain
untuk bisa menterjemahkan mimpinya menjadi langkah-langkah praktis yang
harus dilakukan. Walaupun demikian, kemampuan untuk bermimpi, untuk
melihat hal-hal yang ingin dicapai di masa mendatang harusnya menjadi
bagian sang pemimpin.

E – Encourager
Untuk mengembangkan kemampuan leadership anda juga harus menjadi seorang encourager, bukan discourager.
Ketika anak buah anda melakukan kesalahan, ia sudah merasa tertuduh.
Pada saat seperti itu, seringkali yang dibutuhkan adalah dorongan
semangat baru agar ia tidak putus asa. Be a person of solutions oriented instead of faults finding oriented. Lebih baik berfokus pada solusi daripada berusaha untuk mencari kambing hitam.

R – Responsible
Seorang leader berani
mengambil tanggung jawab. Anda tidak melemparkan tanggung jawab kepada
orang lain, apalagi kepada anak buah anda, sebaliknya anda memikul
tanggung jawab sekalipun anak buah anda yang membuat kesalahan. Sebagai
leader, seharusnya anda tidak menyalahkan anak buah anda di hadapan orang lain karena itu hanya menunjukkan kelemahan anda sebagai leader.
Salah seorang pemimpin dunia meletakkan tulisan di meja kerjanya, “The buck stops here”
semua tanggung jawab berakhir di meja ini – untuk selalu mengingatkan
dirinya bahwa dialah yang bertanggung jawab atas prestasi dan hasil
kerja anak buahnya.

Be a good leader!

   
  {sumber : http://www.leaderssite.blogspot.com}
   

Posted in artikel Motivasi | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Miliki Kesabaran

Posted by HendrA pada September 26, 2008

ORANG yang memiliki kesabaran, tidak mudah putus asa. Kenapa? Karena ada sesuatu yang kuat di dalam dirinya. Sekalipun didera masalah bertubi-tubi, dia tidak mudah putus asa. Sementara orang yang tidak memiliki kesabaran, jika dibelit persoalan, mungkin langsung ke-cewa dan menyerah pasrah. Orang seperti ini dengan sendirinya tidak bisa menikmati cinta kasih dan pertolongan Tuhan di dalam kehidupannya karena tidak merasakan munculnya kesabaran seba-gai suatu sudut pertahanan yang bisa menguatkan dirinya. Orang yang memiliki kesabaran, tidak akan marah tanpa arah. Dalam Alkitab ada tertulis: jangan-lah amarahmu bertahan sampai matahari tenggelam. Maksudnya, sebelum matahari tenggelam, perasaan amarah itu sudah harus hilang. Ungkapan di atas mengan-jurkan agar sifat amarah itu jangan berlarut-larut. Sebab jika kemarah-an dibiarkan berlarut-larut, akan timbul kebencian. Rasa benci yang dipelihara akan berubah menjadi dendam. Rasa dendam berpotensi mengarahkan kita melakukan suatu tindakan dosa yang dampak-nya bisa sangat mengerikan. Meski demikian, bukan berarti pula kita tidak boleh marah, sebab Yesus sendiri pernah marah. Marahlah kalau kebenaran diper-mainkan. Marahlah kalau kebebalan dipertontonkan. Marahlah karena kedegilan dan ketololan dilakukan berulang-ulang. Marah karena hal-hal seperti itu jelas memiliki arah. Tetapi marah tanpa arah adalah marah tanpa sebab dan tujuan yang jelas. Tidak ada masalah, marah. Salah sedikit, marah-marah. Itu contoh-contoh kemarahan yang tidak punya arah. Orang yang suka marah tanpa arah, pada dasarnya sedang mem-pertontonkan bahwa dirinya tidak punya pegangan. Orang seperti ini sangat sensitif, sangat emosional. Orang yang memiliki sifat semacam ini kondisinya juga sangat labil. Kenapa? Karena dia tidak memiliki akar atau pegangan yang kuat, sehingga tidak punya daya tahan. Dan orang-orang semacam inilah yang gampang putus asa. Dari sini dapat pula ditarik se-macam kesimpulan bahwa, kemarahan itu timbul karena faktor ke-putusasaan. Kemarahan itu timbul karena tidak berakar pada satu kekuatan yang solid sehingga membuatnya sangat labil, yang pada gilirannya membuatnya tidak memiliki kemampuan mengendalikan diri. Oleh karena itu, kita mutlak harus memiliki kesabaran sebagai sesuatu yang telah Tuhan anugerahkan ke-pada kita. Dan itu wajib kita aplikasikan dalam hidup kita sehari-hari. Yang kedua, orang yang mem-punyai kesabaran, melihat perma-salahan sebagai anak tangga menuju kemajuan. Jika dia terbentur pada suatu masalah, dia tidak lari. Sebab dia justru melihatnya sebagai anak tangga menuju kemajuan. Karena jika ada orang yang sudah biasa dan bisa melewati masalah, dengan sendirinya dia punya pengalaman menangani/mengatasi masalah. Orang yang sudah terbiasa mengatasi masalah, dengan sendirinya daya tahannya makin bertambah. Jadi, masalah merupakan sebuah latihan baginya, sebuah ujian yang sangat penting. Orang-orang Kristen saat ini, kebanyakan cenderung menjadi cengeng. Ini terjadi pada orang-orang yang punya anggapan bahwa dengan percaya kepada Tuhan, kita tidak bakal dapat masalah lagi. Bagi orang-orang seperti ini, Tuhan adalah tempat membereskan semua persoalan. Tuhan hanya sebagai tempat pelarian atau pelampiasan emosi. Sikap ini jelas kontra-produktif dengan ucapan Yesus, “Mau ikut Aku? Sangkal dirimu, pikul salibmu.” Ucapan Yesus itu tentu tidak sejalan dengan kecenderungan kebanyakan orang Kristen masa kini yang lari ke Tuhan hanya jika sedang dilanda persoalan. Sebalik-nya, jika sedang merasa senang, kita tidak punya waktu untuk Tuhan, tetapi sibuk dengan hantu. Maksudnya kita berasyik-masyuk dengan kenikmatan duniawi yang menjerumuskan. Inilah bentuk kecenderungan yang salah, sehingga keberimanan kita kepada Tuhan, seringkali bukan ditakar atau diukur dari bagaimana kita menyenangkan Tuhan, tetapi bagaimana disenangkan oleh Tuhan. Orang Kristen yang punya sifat semacam ini, yang inginnya hanya disenangkan Tuhan, memiliki mentalitas yang sangat payah, dan sangat tidak layak menyandang predikat sebagai laskar Kristus. Sebab yang namanya laskar, tempatnya di medan tempur, dan permintaannya bukan bagaimana disenangkan oleh Tuhan. Laskar adalah suatu posisi yang sangat terhormat, karena dia diberi kepercayaan untuk berjuang. Jadi, namanya bukan laskar jika meminta baju dengan tanda bintang kehormatan. Laskar bukan orang yang tahunya hanya makan enak dan minum nikmat. Kecenderu-ngan semacam ini tentu membuat orang menjadi malas dan bahkan membahayakan bagi orang lain. Seorang pengusaha sukses, tentu berjuang sehingga mampu membangun perusahaannya. Se-dangkan orang yang selama ini mendapat banyak fasilitas, keba-nyakan mengalami kegagalan. Banyak contoh membuktikan bahwa generasi pertama yang membangun sebuah perusahaan besar adalah orang-orang gigih, punya semangat juang tinggi, pantang menyerah meskipun didera berbagai kesulitan dan kesusahan yang luar biasa. Namun, tidak jarang anak-anaknya atau cucu-cucunya yang merupakan generasi kedua dan ketiga, yang tidak pernah merasakan masa-masa susah dan sulit, justru mereka inilah yang membuat perusahaan hancur. Tapi perlu diingatkan pula bahwa tidak semua orang mesti dibuat susah dulu, supaya berhasil. Yang jelas kita dituntut untuk bisa menghadapi segala masalah dan bertumbuh di situ. Konsep ini harus ditanamkan supaya kita melihat bahwa setiap permasalahan itu adalah anak tangga menuju kemajuan. Jangan memotong kompas untuk bisa lari ke jalan yang mungkin lebih mudah, tetapi salah. Misalnya, jika sakit, kita berdoa supaya disembuhkan Tuhan. Namun saat Tuhan ‘memperlambat’ proses penyembuhan dalam rangka menguji, kita lari ke dukun. Ini jelas suatu contoh mentalitas yang payah. Orang yang memiliki kesabaran memiliki daya tahan yang tangguh karena ada pengharapan yang kuat. Pengharapan dari mana? Pengharapan akan kasih Kristus. Pengharapan akan kasih yang menggelora dan terus berkem-bang dalam batin, membuat kita sangat kuat luar biasa.

Posted in artikel Motivasi | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Data Tingkat Kejatuhan Bursa Saham Dunia 2008

Posted by HendrA pada September 25, 2008

Selama Januari-Agustus 2008, bursa saham dunia mengalami kegoncangan yag membuat panik para pelaku di latai bursa, dunia usaha, dan berbagai negara utama dunia, termasuk Indonesia. Tercatat Bursa saham Cina mengalami kerontokan indeks paling besar 50,58%. Sedangkan bursa saham Indonesia menempati posisi keenam dengan penurunan IHSG sebesar 19,61%.

Menurut laporan Standard & Poor’s (9/2/2008) selama Januari 2008, bursa saham dunia mengalami kerugian sebesar US$ 5,2 trilyun. Jika data kerugian bursa saham dihitung hingga bulan ini, tentu tingkat kerugian menjadi lebih besar lagi. Inilah ekonomi semu (non riel) yang mendomiasi perekonomian Kapitalisme. Perekonomian yang dikecam Allah SWT karena menghalalkan apa yang diharamkan Allah (Lihat QS al-Baqarah 275).

Berikut data kejatuhan bursa saham Januari-Agustus 2008:

Urutan penurunan indeks saham itu adalah:

1. Shanghai, China turun 50,58%
2. Shenzen, China turun 49,24%
3. PSEi, Filipina turun 25,65%
4. KLCI, Malaysia turun 21,97%
5, Hangseng Indeks, Hong Kong turun 20,59%
6, IHSG turun 19,61%
7. STI Singapura turun 18,48%
8. SETI Thialand turun 18,06%
9. Taiex, Taiwan Turun 15,55%
10. Nikei 225, Jepang turun 13,98%
11. Dow Jones turun 10,04%.

Dari sisi nilai kapitalisasi pasar penurunan terbesar adalah:

1. Shanghai turun 45,81%
2. Shenzen turun 41,77%
3. Filipina turun 28,41%
4. SETI turun 26,34%
5. Bursa Malaysia turun 23,30%
6. Hong Kong Exchange turun 22,89%
7. Singapore Exchange turun 18,63%
8. BEI turun 14,23%
9. TSE turun 13,04%
10. Taiwan SE turun 5,86%
11. NYSE naik 11,61%.

Bacaan terkait: Goncangan Pasar Global dan Urgensi Khilafah

Referensi:

Detik Finance (11/8/2008), Bursa Saham Dunia Berjatuhan di 2008, IHSG Turun 19,61%

Posted in artikel Motivasi, Ekonomi | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

SEBELUM KAMU MENGELUH

Posted by HendrA pada September 24, 2008

Hari ini  sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan. Sebelum Anda mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang harus meminta-minta di jalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri Anda.
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak
mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal di jalanan

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti Anda

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa,,,

Kita semua menjawab kepada Tuhan
Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa kamu masih diberi kehidupan

Posted in artikel Motivasi | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

SIKAP DAN TANGGUNG JAWAB

Posted by HendrA pada September 22, 2008

Dikisahkan, sebuah keluarga mempunyai anak semata wayang. Ayah dan ibu sibuk bekerja dan cenderung memanjakan si anak dengan berbagai fasilitas. Hal tersebut membuat si anak tumbuh menjadi anak yang manja, malas, dan pandai berdalih untuk menghindari segala macam tanggung jawab.

Setiap kali si ibu menyuruh membersihkan kamar atau sepatunya sendiri, ia dengan segera menjawab, “Aaaah… Ibu. Kan, ada si Bibi yang bisa mengerjakan semua itu. Lagian, untuk apa dibersihkan, toh nanti kotor lagi.” Demikian pula jika diminta untuk membantu membersihkan rumah atau tugas lain saat si pembantu pulang. Anak itu selalu berdalih dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal.

Ayah dan ibu sangat kecewa dan sedih melihat kelakuan anak tunggal mereka. Walaupun tahu bahwa seringnya memanjakan anaklah yang menjadi penyebab sang anak berbuat demikian. Mereka berpikir keras, bagaimana cara merubah sikap si anak? Mereka pun berniat memberi pelajaran kepada anak tersebut.

Suatu hari, atas kesepakatan bersama, uang saku yang rutin diterima setiap hari, pagi itu tidak diberikan. Si anak pun segera protes dengan kata-kata kasar, “Mengapa Papa tidak memberiku uang saku? Mau aku mati kelaparan di sekolah, ya?”

Sambil tersenyum si ayah menjawab, “Untuk apa uang saku, toh nanti habis lagi?”

Demikian pula saat sarapan pagi, dia duduk di meja makan tetapi tidak ada makanan yang tersedia. Anak itu pun kembali berteriak protes, “Ma, lapar nih. Mana makanannya? Aku buru-buru mau ke sekolah.”

“Untuk apa makan? Toh nanti lapar lagi?” jawab si ibu tenang.

Sambil kebingungan, si anak berangkat ke sekolah tanpa bekal uang dan perut kosong. Seharian di sekolah, dia merasa tersiksa, tidak bisa berkonsentrasi karena lapar dan jengkel. Dia merasa kalau orangtuanya sekarang sudah tidak lagi menyayanginya.

Pada malam hari, sambil menyiapkan makan malam, sang ibu berkata, “Anakku. Saat akan makan, kita harus menyiapkan makanan di dapur. Setelah itu, ada tanggung jawab untuk membersihkan perlengkapan kotor. Tidak ada alasan untuk tidak mengerjakannya dan akan terus begitu selama kita harus makan untuk kelangsungan hidup. Sekarang makan, besok juga makan lagi. Hari ini mandi, nanti kotor, dan harus juga mandi lagi. Hidup adalah rangkaian tanggung jawab, setiap hari harus mengulangi hal-hal baik. Jangan berdalih, tidak mau melakukan ini itu karena dorongan kemalasan kamu. Ibu harap kamu mengerti.”

Si anak menganggukkan kepala, “Ya Ayah-Ibu, saya mulai mengerti. Saya juga berjanji untuk tidak akan mengulangi lagi.”

Pembaca yang berbahagia,
Dalam kehidupan, kita selalu memikul tanggung jawab. Sedari kecil, remaja, dewasa, hingga tua, kita akan terus menerus melakukan aktivitas-aktivitas kecil maupun besar sebagai bentuk kewajiban yang kita emban. Dan, jika kita mengabaikannya, dampak negatif akan kita rasakan. Karena itu, hanya dengan selalu melakukan kebiasaan positif, dengan kesadaran penuh dan dilakukan secara terus menerus, maka sikap tanggung jawab akan menjadi ciri khas kita yang dapat membawa diri pada kehidupan yang lebih baik dan lebih bermutu.

Posted in artikel Motivasi | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Kemenangan Sejati

Posted by HendrA pada September 22, 2008

Alkisah, dalam sebuah dialog yang hebat antara Sun Tzu dengan Raja Ho Lu, ahli strategi ini menyatakan bahwa mengalahkan musuh tanpa berperang adalah kemenangan sejati. Sesungguhnya, memang inilah prinsip fundamental strategi perang Sun tzu.

Memang ada kata-kata demikian, “100 kali perang 100 kali menang”. Tetapi kemenangan seperti ini bukanlah kemenangan puncak. Menurut Sun Tzu, mengalahkan musuh tanpa berperang, itu baru indah. Luar biasa!

Dalam bisnis, prinsip mengalahkan lawan tanpa berperang juga berlaku. Tetapi, fakta di lapangan justru memperlihatkan, banyak perusahaan gagal mengaplikasikan strategi ini.

Contoh: dalam persaingan bisnis, ada kalanya perusahaan yang sama besarnya habis-habisan beradu strategi untuk saling mengalahkan. Mereka menggempur konsumen dengan produk-produk yang bersaing ketat secara langsung. Mereka juga berusaha saling mengalahkan atau merebut perhatian konsumen dengan iklan besar-besaran.

Contoh lain, perusahaan besar yang menghabiskan energinya untuk menggarap habis perusahaan-perusahaan kecil yang muncul sebagai pesaing baru. Atau situasi sebaliknya, perusahaan yang masih baru memaksa adu kuat dengan perusahaan besar dan mapan. Perusahaan baru ini menghabiskan sumber dayanya untuk meladeni perang dengan musuhnya yang jauh lebih kuat. Ini sia-sia belaka.

Dari contoh-contoh di atas, kalaupun salah satu dari perusahaan akhirnya menang, sesungguhnya kemenangan itu dibayar dengan harga yang sangat mahal. Dalam situasi kompetisi yang begitu ketat, adakah cara menang bersaing tanpa berperang? Jawabnya tegas, ada!

Pilihannya adalah kerjasama, membangun aliansi bisnis, atau bahkan merger. Bagi dua atau lebih perusahaan besar yang semula habis-habisan bersaing, maka ketiga pilihan tersebut dapat mempersatukan kekuatan mereka menjadi kekuatan bisnis yang jauh lebih besar dan sulit ditandingi.

Bagi perusahaan besar yang merangkul perusahaan kecil, maka kekuatannya pun bertambah dan ancaman pun hilang. Sementara perusahaan kecil yang bergabung atau bekerjasama dengan perusahaan besar, sudah pasti akan selamat dari ancaman dihabisi oleh perusahaan besar.

Inilah hakikat strategi menang tanpa berperang. Inilah kemenangan yang sejati. Win-win solution!

Posted in artikel Motivasi | Leave a Comment »