HOW TO BE SUCCESS

Hendra Next Generation (WordPress.com)

Posts Tagged ‘Add new tag’

Untuk Pertama Kali Harga Minyak Tembus US$ 140

Posted by HendrA pada September 25, 2008

Jurnal-ekonomi.org – Untuk pertamakalinya harga minyak tembus angka SU$ 140 per barrel setelah Libya akan mengurangi produksi dan prediksi OPEC bahwa harga minyak akan tembus US$ 170 per barrel pada musim panas ini. Kenaikan harga minyak mentah (crude oil) juga didorg oleh pelemahan nilai dolar AS terhadap Euro. Menurut Presiden Excel Futures di California, kenaikan ini terjadi akibat kombinasi ketiga hal tersebut.

Tren harga minyak yang semakin tinggi semakin memperburuk perekonomian dunia, khususnya negara-negara dunia ketiga dan penduduk miskin. Karena itu perlu upaya untuk menahan laju kenaikan harga minyak. Hanya saja karena harga minyak dikendalikan para spekulan, maka upaya untuk menurunkan sangat sulit kecuali suatu saat nanti lantai bursa komoditas ditutup.

Menurut analisis Jurnal Ekonomi Ideologis, tidak logis hanya karena Libya akan menurunkan produksi harga minyak langsung naik. Lebih tidak logis lagi saat sektor riil mengalami penurunan aktivitas, bahkan berbagai negara menurunkan target pertumbuhan ekonominya, harga minyak menjadi jauh lebih tinggi.

Pernyataan OPEC tentang kemungkinan harga minyak naik hingga US$ 170 lebih didasarkan kepada faktor spekulasi dan pelemahan nilai dolar. Karenanya, para spekulan minyak di bursa komoditas memanfaatkan faktor psikologis ini untuk semakin menggerek harga minyak ke tingkat yang lebih tinggi. Mereka akan menjadikan isu apapun untuk menaikan harga minyak atau waktu yang tepat untuk melakukan aksi ambil untung.

Kenaikan harga minyak yang tidak terkendali dan sangat merugikan dunia khususnya penduduk miskin, harus dilawan dengan menghadirkan sistem alternatif, yakni sistem Khilafah. Riba dan judi yang mendominasi perekonomian dunia merupakan bagian tak terpisahkan dari hegemoni dan metode penjajahan negarta-negara Kapitalis terhadap dunia. Karena itu penghapusan bursa komoditas dan sektor finansial dan penegakan sistem Khilafah harus menjadi agenda masyarakat dunia khususnya kaum muslimin. [Jurnal Ekonomi Ideologis/HM]

REFERENSI

CNN Money 26 Juni 2008, Oil hits $140 for the first time

Posted in Ekonomi | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

SIKAP DAN TANGGUNG JAWAB

Posted by HendrA pada September 22, 2008

Dikisahkan, sebuah keluarga mempunyai anak semata wayang. Ayah dan ibu sibuk bekerja dan cenderung memanjakan si anak dengan berbagai fasilitas. Hal tersebut membuat si anak tumbuh menjadi anak yang manja, malas, dan pandai berdalih untuk menghindari segala macam tanggung jawab.

Setiap kali si ibu menyuruh membersihkan kamar atau sepatunya sendiri, ia dengan segera menjawab, “Aaaah… Ibu. Kan, ada si Bibi yang bisa mengerjakan semua itu. Lagian, untuk apa dibersihkan, toh nanti kotor lagi.” Demikian pula jika diminta untuk membantu membersihkan rumah atau tugas lain saat si pembantu pulang. Anak itu selalu berdalih dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal.

Ayah dan ibu sangat kecewa dan sedih melihat kelakuan anak tunggal mereka. Walaupun tahu bahwa seringnya memanjakan anaklah yang menjadi penyebab sang anak berbuat demikian. Mereka berpikir keras, bagaimana cara merubah sikap si anak? Mereka pun berniat memberi pelajaran kepada anak tersebut.

Suatu hari, atas kesepakatan bersama, uang saku yang rutin diterima setiap hari, pagi itu tidak diberikan. Si anak pun segera protes dengan kata-kata kasar, “Mengapa Papa tidak memberiku uang saku? Mau aku mati kelaparan di sekolah, ya?”

Sambil tersenyum si ayah menjawab, “Untuk apa uang saku, toh nanti habis lagi?”

Demikian pula saat sarapan pagi, dia duduk di meja makan tetapi tidak ada makanan yang tersedia. Anak itu pun kembali berteriak protes, “Ma, lapar nih. Mana makanannya? Aku buru-buru mau ke sekolah.”

“Untuk apa makan? Toh nanti lapar lagi?” jawab si ibu tenang.

Sambil kebingungan, si anak berangkat ke sekolah tanpa bekal uang dan perut kosong. Seharian di sekolah, dia merasa tersiksa, tidak bisa berkonsentrasi karena lapar dan jengkel. Dia merasa kalau orangtuanya sekarang sudah tidak lagi menyayanginya.

Pada malam hari, sambil menyiapkan makan malam, sang ibu berkata, “Anakku. Saat akan makan, kita harus menyiapkan makanan di dapur. Setelah itu, ada tanggung jawab untuk membersihkan perlengkapan kotor. Tidak ada alasan untuk tidak mengerjakannya dan akan terus begitu selama kita harus makan untuk kelangsungan hidup. Sekarang makan, besok juga makan lagi. Hari ini mandi, nanti kotor, dan harus juga mandi lagi. Hidup adalah rangkaian tanggung jawab, setiap hari harus mengulangi hal-hal baik. Jangan berdalih, tidak mau melakukan ini itu karena dorongan kemalasan kamu. Ibu harap kamu mengerti.”

Si anak menganggukkan kepala, “Ya Ayah-Ibu, saya mulai mengerti. Saya juga berjanji untuk tidak akan mengulangi lagi.”

Pembaca yang berbahagia,
Dalam kehidupan, kita selalu memikul tanggung jawab. Sedari kecil, remaja, dewasa, hingga tua, kita akan terus menerus melakukan aktivitas-aktivitas kecil maupun besar sebagai bentuk kewajiban yang kita emban. Dan, jika kita mengabaikannya, dampak negatif akan kita rasakan. Karena itu, hanya dengan selalu melakukan kebiasaan positif, dengan kesadaran penuh dan dilakukan secara terus menerus, maka sikap tanggung jawab akan menjadi ciri khas kita yang dapat membawa diri pada kehidupan yang lebih baik dan lebih bermutu.

Posted in artikel Motivasi | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Filosofi

Posted by HendrA pada September 22, 2008

Takut akan kegagalan seharusnya tidak menjadi alasan
untuk tidak mencoba sesuatu.

Kepemimpinan adalah Anda sendiri dan apa yang Anda
lakukan.

Frederick Smith,
Pendiri Federal Express

Posted in Uncategorized | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »